Setelah sekian lama, ini pertama kalinya aku menulis lagi. Aku
tidak tahu pastinya apakah beberapa kegiatan yang kulakukan belakangan ini bisa
disebut dengan “menulis” sesuatu yang berguna. Dan berguna itu memiliki
kadarnya tersendiri yang aku sendiri masih belum memutuskan. Sepertinya aku memasang
standar terlalu tinggi sehingga aku membuat diriku menganggap semua yang
kulakukan belakangan ini tidak berguna. Aku harus melakukan sesuatu. Secepatnya.
Yang aku punya saat ini adalah novel fantasi konyol yang
entah bagaimana nasibnya di meja editor. Mungkin sedang dicaci dan ditertawakan
habis-habisan atau sudah mulai usang karena tak seorangpun tertarik untuk
membacanya. Lupakan soal novel itu dan novel-novelku yang lain yang baru masuk
tahap awal penulisan. Aku punya sesuatu yang lebih penting dan berharga yang
entah apa aku bisa memanfaatkannya dengan baik dan apakah aku bisa menjadi
bermanfaat nantinya. Ini adalah suatu keadaan yang membuatku merasa sangat
sibuk meskipun sedang santai sepanjang hari. Seperti ada sesuatu yang harus
kulakukan tapi aku tidak tahu apa itu. Aku hanya berusaha membuat diriku
melupakan euforia dengan diterima di PTN papan atas, karena ada tanggung jawab
yang besar untuk itu. Aku hanya harus sedikit lebih peka untuk menyadarinya,
tapi kata-kata tidaklah cukup. Ceramah seperti “kejarlah prestasi akademik dan
kembangkan soft skill” tidak memiliki efek bagiku. Sebab aku sudah tahu. Dan tahu
tidaklah cukup. Aku harus merasakan dorongan yang lebih dari sekedar tahu,
misalnya seperti rasa takut. Tentu saja rasa takut tidak datang dengan
sendirinya dan lagi-lagi aku harus mencari tahu apa yang bisa membuatku takut.
Aku menemukannya.
Seperti biasa, seperti hari-hari di mana aku terlalu sibuk
menyombongkan diri dan memamerkan kemampuanku pada yang lain – apakah aku sudah
menyebutkan bahwa aku punya watak emosional yang buruk? – aku akan frustasi
ketika mengetahui bahwa terlalu banyak orang yang lebih hebat dariku sehingga
aku bahkantidak berarti apa-apa. Ya, aku menemukan bahwa orang-orang itu
mengelilingiku di sini. Jadi, rencanaku bahwa aku akan berprestasi diam-diam
dan mengejutkan semua orang telah berbalik pada diriku sendiri. Semua orang
hebat tanpa sepengetahuanku. Aku tidak pernah menyesal bahwa aku mengetahui
semua itu. Aku akan masuk lebih dalam, menyelinap di antara mereka, dan
menemukan tempat untukku. Kenapa aku hanya menginginkan hal kecil seperti ini?
Yah, membayangkan apakah aku bisa bersinar di antara mereka membuatku mual. Seperti
mencoba menjilat kue manis yang jauh lebih besar dari yang bisa dikunyah, atau
bahkan digigit. Aku akan mencari tahu apa yang aku bisa. Setidaknya sampai aku
menemukan bahwa aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Bisa dibilang aku orang yang optimis dan pesimis sekaligus. Atau
objektif bisa jadi lebih tepat. Aku tidak terlalu berharap seseorang membaca
tulisanku ini, tapi aku juga tidak keberatan dengan itu. (Kalau aku tidak suka
ada yang membacanya, tidak mungkin aku mem-postingnya di blog, kan?) Ini adalah
sebagian dari buku harianku dan sisanya sebagai pelampiasan kekesalan. Mungkin ada
keinginan untuk mencari teman yang kuselipkan di dalamnya, entahlah, semua
tergantung dari cara kalian memahami. Aku tidak memperkenalkan diri bukan
karena aku tidak ingin berkenalan dengan kalian, itu karena kupikir kalian
tidak ingin berkenalan dengaku. Tapi aku akan senang jika memiliki silent
reader di blog ku, dan lebih senang lagi jika si silent reader berubah menjadi
chatter. Aku akan mencoba untuk sering menulis mulai sekarang. Jangan terlalu
dipikirkan, tapi bukan berarti tidak boleh. Itu saja? Ya, itu saja. Aku juga ingin
mem-posting pelampiasanku yang sudah lama, tapi kapan-kapan sajalah.