Sabtu, 29 Agustus 2015

Satu

Setelah sekian lama, ini pertama kalinya aku menulis lagi. Aku tidak tahu pastinya apakah beberapa kegiatan yang kulakukan belakangan ini bisa disebut dengan “menulis” sesuatu yang berguna. Dan berguna itu memiliki kadarnya tersendiri yang aku sendiri masih belum memutuskan. Sepertinya aku memasang standar terlalu tinggi sehingga aku membuat diriku menganggap semua yang kulakukan belakangan ini tidak berguna. Aku harus melakukan sesuatu. Secepatnya.

Yang aku punya saat ini adalah novel fantasi konyol yang entah bagaimana nasibnya di meja editor. Mungkin sedang dicaci dan ditertawakan habis-habisan atau sudah mulai usang karena tak seorangpun tertarik untuk membacanya. Lupakan soal novel itu dan novel-novelku yang lain yang baru masuk tahap awal penulisan. Aku punya sesuatu yang lebih penting dan berharga yang entah apa aku bisa memanfaatkannya dengan baik dan apakah aku bisa menjadi bermanfaat nantinya. Ini adalah suatu keadaan yang membuatku merasa sangat sibuk meskipun sedang santai sepanjang hari. Seperti ada sesuatu yang harus kulakukan tapi aku tidak tahu apa itu. Aku hanya berusaha membuat diriku melupakan euforia dengan diterima di PTN papan atas, karena ada tanggung jawab yang besar untuk itu. Aku hanya harus sedikit lebih peka untuk menyadarinya, tapi kata-kata tidaklah cukup. Ceramah seperti “kejarlah prestasi akademik dan kembangkan soft skill” tidak memiliki efek bagiku. Sebab aku sudah tahu. Dan tahu tidaklah cukup. Aku harus merasakan dorongan yang lebih dari sekedar tahu, misalnya seperti rasa takut. Tentu saja rasa takut tidak datang dengan sendirinya dan lagi-lagi aku harus mencari tahu apa yang bisa membuatku takut.

Aku menemukannya.

Seperti biasa, seperti hari-hari di mana aku terlalu sibuk menyombongkan diri dan memamerkan kemampuanku pada yang lain – apakah aku sudah menyebutkan bahwa aku punya watak emosional yang buruk? – aku akan frustasi ketika mengetahui bahwa terlalu banyak orang yang lebih hebat dariku sehingga aku bahkantidak berarti apa-apa. Ya, aku menemukan bahwa orang-orang itu mengelilingiku di sini. Jadi, rencanaku bahwa aku akan berprestasi diam-diam dan mengejutkan semua orang telah berbalik pada diriku sendiri. Semua orang hebat tanpa sepengetahuanku. Aku tidak pernah menyesal bahwa aku mengetahui semua itu. Aku akan masuk lebih dalam, menyelinap di antara mereka, dan menemukan tempat untukku. Kenapa aku hanya menginginkan hal kecil seperti ini? Yah, membayangkan apakah aku bisa bersinar di antara mereka membuatku mual. Seperti mencoba menjilat kue manis yang jauh lebih besar dari yang bisa dikunyah, atau bahkan digigit. Aku akan mencari tahu apa yang aku bisa. Setidaknya sampai aku menemukan bahwa aku tidak bisa melakukan apa-apa.


Bisa dibilang aku orang yang optimis dan pesimis sekaligus. Atau objektif bisa jadi lebih tepat. Aku tidak terlalu berharap seseorang membaca tulisanku ini, tapi aku juga tidak keberatan dengan itu. (Kalau aku tidak suka ada yang membacanya, tidak mungkin aku mem-postingnya di blog, kan?) Ini adalah sebagian dari buku harianku dan sisanya sebagai pelampiasan kekesalan. Mungkin ada keinginan untuk mencari teman yang kuselipkan di dalamnya, entahlah, semua tergantung dari cara kalian memahami. Aku tidak memperkenalkan diri bukan karena aku tidak ingin berkenalan dengan kalian, itu karena kupikir kalian tidak ingin berkenalan dengaku. Tapi aku akan senang jika memiliki silent reader di blog ku, dan lebih senang lagi jika si silent reader berubah menjadi chatter. Aku akan mencoba untuk sering menulis mulai sekarang. Jangan terlalu dipikirkan, tapi bukan berarti tidak boleh. Itu saja? Ya, itu saja. Aku juga ingin mem-posting pelampiasanku yang sudah lama, tapi kapan-kapan sajalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar