Aku tidak akan menyombongkan diri.Tidak lagi. Saat pertama kali aku meminjam novel bahasa inggris dari perpustakaan, aku dikatakan hebat oleh temanku. Sebetulnya itu hanya persiapan menjelang ujian bahasa Inggris, tapi senang juga rasanya dipuji begitu. Yah, di sekitarku tidak banyak yang menyukai buku, apalagi berbahasa asing. Tapi aku tahu, ada yang membaca lebih banyak dariku. Jumlah buku yang selesai kubaca bahkan hanya hitungan jari. Mereka dalam grup itu menunjukkan foto koleksi bukunya, mendiskusikan buku-buku yang belum pernah kudengar judulnya, mendebatkan terjemahan asing yang abal-abal. Aku mengerti, mereka bukan pamer atau sok tahu. Mereka tahu jauh lebih banyak. Mereka menulis karena senang membaca, menggilai buku. Sementara aku hanya pengkhayal yang tidak rela khayalannya terlupakan sehingga menuliskannya. Sudah pernah dengar? Penulis yang tidak suka membaca? Itu gila, aku paham. Aku tidak benar-benar bermimpi menjadi penulis. Hanya menangkap gagasan-gagasan liar yang berputar-putar di kepalaku dan menyusunnya ke dalam kalimat dengan jujur, singkatnya begitulah caraku menulis selama ini.
Aku tidak menghitung sudah berapa kali, tapi ini bukan pertama kalinya salah satu dari mereka mengirimkan link blog-nya. Kalau boleh jujur, aku sedikit iri. aku ingin menunjukkan link blog-ku juga. Dan coba lihat, aku belum pernah mem-posting karyaku. Sepertinya aku terlalu percaya diri bahwa karyaku akan dimuat di media cetak suatu hari nanti sehingga urung mempublikasikannya di blog. Tapi kalau dipikir, mereka yang punya pengalaman dengan buku sebanyak itu saja -yang tentunya punya kualitas menulis yang lebih baik- tidak pelit-pelit berbagi karyannya. Jadi, mungkin aku akan coba juga. Setidaknya satu, dan mungkin akan bertambah nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar